[Cerpen]Lenyap Bersama Embun (bukan true story)
-
21 Juni 2016
Pagi sayang, aku berangkat ya, jaga dirimu dan jangan nakal(aku mengirimkan sms ke pacarku untuk pamitan), tak lama sms aku di balas. "Iya, hati-hati ya sayang, dan jangan lupa bawa oleh-oleh, kalau tidak bawa oleh-oleh jangan harap bisa temuin aku", balasnya. "iyaah, pasti aku bawa", jawabku. kemudian HP aku bergetar lagi pertanda ada sms. "ehh, kayaknya kamu terpaksa yahh, kamu tidak suka ya, aku minta bawa oleh-oleh?". sms dari kekasihku, "apaan sih, kamu kayak baru kenal aku saja", balasku. Iya, aku tahu dia cuma mau menggodaku, sebenarnya dia sangat baik, penuh pengertian, dan tentunya cantik.
Hari ini aku berangkat ke kantor cabang, iya, segala sesuatunya sudah saya siapkan, aku sudah membuat list apa saja yang harus aku kerjakan di kantor cabang, materi-materi presentasi, dan baju-baju. aku berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan angkutan bandara, DAMRI. Selain hemat, naik Damri cukup nyaman. Ooh, pesawat yang akan aku tumpangi berangkat satu jam lagi, setelah Check In, saya masuk ruang tunggu, kemudian membeli coklat hangat, merokok dan baca koran. Setelah menunggu satu jam, akhirnya terdengar juga pengumuman bahwa penumpang untuk pesawat kami di persilahkan menaiki pesawat, tanpa di perintah lagi, para penumpang bergegas menaiki angkutan lapangan bandara.
Setiap penumpang disambut dengan ramah oleh pramugari dan membantu menunjukkan tempat duduk penumpang, aku mencari nomor tempat dudukku, ternyata sudah diduduki seorang wanita. Dengan senyum yang sedikit menggoda, wanita itu berkata,"Mas duduk disini yah, kita tukar tempat yah, saya yang duduk dekat jendela, mas disini yahh, tidak apa-apa kan?, "lho, apa diperbolehkan oleh pramugari?" protesku. (walau aku tahu itu hal biasa, setelah pesawat take off, kita boleh tukar tempat duduk dengan siapa saja). Tapi, sebenarnya yang membuat aku menyerah adalah, senyuman wanita ini, senyumnya amat bagus, giginya begitu rapi dan putih, (sepertinya di masa remajanya menggunakan behel), bisa aku lihat wajahnya begitu alami, nyaris tanpa make up, rambut hitam legam dan kulit putih, kelihatan cukup matang, umurnya kira-kira 26 tahun, kemudian aku duduk dan meletakkan Laptopku dekat kaki, dan mulai membaca koran. (sebenarnya, pikiranku tidak fokus pada bacaanku, tetapi ke orang sebelahku). Aku lupa, Aku sudah berkomitmen dengan seseorang, menungguku, mencintaiku, mengharapkan kesetian penuh.
Setelah semua penumpang sudah naik kedalam pesawat, pramugari menjelaskan ini itu, kalau terjadi ini, terjadi itu, gunakan ini, gunakan itu, dan tentunya penumpang diminta untuk menggunakan sabuk pengaman, sebentar lagi pesawat akan take off. Setelah pesawat kami dalam ketinggian normal, lampu pesawat dinyalakan kembali, akupun mulai membaca koran, aku berusaha fokus, tapi tidak bisa, sepertinya, aku diamati seseorang. Aku mencoba memberanikan diri untuk melirik ke sebelahku, dan benar mata kami bertemu dan saling menyapa, diapun tersenyum seakan-akan membuka diri. Saya berusaha bersikap sewajar mungkin dan berusaha tersenyum, dan kami saling menyapa. kemudian, kami saling tukar informasi, dia juga sedang tugas kantor, sama seperi aku, tinggal di jakarta, cerita tentang hobby dan serta canda-candaan kecil. Kami sudah akrab, seperti sudah lama kenal.
Namanya "Tari". Tentu saja Aku tidak berani menanyakan apakah dia sudah memiliki pacar/suami? rasanya tidak etis menanyakan hal itu. Tapi kalau di perhatikan, wanita seanggun ini tidak mungkin tidak memiliki pacar, rasanya..., mustahil tidak memiliki pacar, di Jakarta gitu lhoo.
Sepertinya cuaca buruk. Ternyata dugaanku benar, beberapa saat kemudian terdengar pengumuman agar semua penumpang duduk ditempat masing-masing dan menggunakan sabuk pengaman. Pesawatpun tergoncang hebat, kadang seperti berjalan diatas bebatuan, krek, krek, krookkk, diluar hujan amat deras dan guntur menggelegar. Hal itu terlihat jelas dari kilatan petir, yang seakan-akan melintas didepan mata. Tanpa sadar, atau setengah sadar kami saling berpegangan, dan si Diapun berusaha bersandar di dadaku, kemudian akupun melingkarkan tanganku dibahunya, menyandarkannya didadaku, kami terdiam, yang terdengar penumpang sesekali berdoa memanggil Tuhannya, dan meminta perlindungan keselamatan, hal itu berlangsung sekitar 20 menit, si diapun masih saja menempel didadaku, aku bingung menggambarkan perasaanku saat itu, terasa nyaman sekali, hangat, dan seakan-akan kami saling memiliki. Sejujurnya, saya belum pernah merasakan perasaan seperti itu, dengan pacarku sekalipun. Selang 30 menit kemudian, kami tersadar oleh bunyi pengumuman bahwa pesawat kami akan mendarat, dan kami saling melepaskan tangan masing-masing dan berpandangan dengan mesranya.
Pesawatpun mendarat, kami turun dan berjalan ke lobby. Oh, ternyata dia sudah dijemput oleh sopir kantornya, kami saling melambai, byee... Setelah mobil jemputannya pergi, saya baru tersadar, op's...hahhhh, nomor handphone lupa saya minta.
ohhh....yahhh.
Sebagian hatiku, telah dibawanya pergi.Setelah 3 hari dikantor cabang, dan menyelesaikan semua tugas yang telah di amanatkan kantor pusat, aku kembali ke jakarta. Di bandara dan di dalam pesawat aku berusaha mencarinya, lirik kanan, lirik kiri, tapi hasilnya sia-sia. Si Dia tak ketemu.
Dan, sorenya Aku dijemput pacarku ke bandara, "Dengan senyum mengembang, pacarku menyambutku dan membawakanku sebotol minuman segar, dan membantuku membawa barang-barangku". Kemudian, aku mendekapnya dan berkata dalam hati. "sayang, aku hampir saja dicuri orang dari kamu, maafkan aku."
Maaf, Bukan Penulis yang handal. Nulisnya juga cuman 1 jam....
21 Juni 2016 diubah oleh GUSTI970
-
21 Juni 2016
Hebat 1 jam sdh jd 1 cerpen. Apakah Tulisan yang di buat tebal bagian akhir2 punya makna khusus?
-
21 Juni 2016
ada..hbz cerpen ada background lagu "oh oo km ketauan..........."
KATHARINA781 tulis:
Hebat 1 jam sdh jd 1 cerpen. Apakah Tulisan yang di buat tebal bagian akhir2 punya makna khusus?
-
21 Juni 2016
Kepencet penebalan huruf kalii hehe
21 Juni 2016 diubah oleh LADYRULY248
-
21 Juni 2016
Nice story.. Wanita yg tulus akan kalah dengan wanita cantik manapun.
-
21 Juni 2016
Nice....eee
Lg dong cerpenya
-
21 Juni 2016
Aku tau nomer hp nya Bli... Wani piro???
-
21 Juni 2016
Yakin bukan true story kok kayak beneran ya...tp sy suka dgn ceritanya..
-
21 Juni 2016
FIRTRIA308
Gimana kalau aku tulis seperti:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di Bawah pohon ini,
Kau memintaku untuk menunggumu disini!
4 Jam lebih
Karena menunggumu adalah hal yang paling romantis, yang pernah kurasakan
Untukmu......Wakakkakakakka, apa itu true story juga?
21 Juni 2016 diubah oleh GUSTI970
-
21 Juni 2016
TATA332 tulis:
Nice story.. Wanita yg tulus akan kalah dengan wanita cantik manapun.
Kayaknya ini thema dari cerpen diatas
-
21 Juni 2016
@GUSTI970
Ga gitu juga kali yaaa lebayyy ga suka...ga suka..ga suka....wkwkwkwkw
-
21 Juni 2016
Judulnya ; cintaku hampir susut di pesawat..
-
22 Juni 2016
Efek samping petir..
-
22 Juni 2016
Di cerpen ini tokoh utama prianya kok tdk merasakan rasa: hangat, nyaman dsb-nya seperti yg ia rasakan ke wanita yg baru dia jumpai dipesawat kepada pacarnya ya? Ikut prihatin. Em..seperti biasa, kalo ada kesamaan dengan cerita cm kebetulan.
22 Juni 2016 diubah oleh KATHARINA781
-
22 Juni 2016
Oooh gitu, ya.... saya akan tulis cerpen sesuai keinginanmu nantiiii....hahhahahah
KATHARINA781
22 Juni 2016 diubah oleh JODOHKRISTEN
-
30 Juni 2016
Tokoh utama dalam cerita 'lupa' bahwa telah memiliki pasangan dan 'hubungan'-nya [pacaran] dan memiliki 'cinta' kepada orang yang baru dijumpainya, walau 'hanya' beberapa saat [walau akhirnya ter'sadar' dan 'kembali' kepada pacarnya].
-
30 Juni 2016
Kyknya kl inget minta no hp atau ketemu cewek itu lg dipesawat, bisa laen ceritanya.....
Cowoknya bukan tipe setia, dia setia krn ga da pilihan atau pasrah terima yg udah ada, drpd ga da pacar....ckckck....kasian yg jd pacarnya.
-
30 Juni 2016
Kyknya kalimat dlm hatinya tuh harus diganti."sayang tadi aku selingkuh,entah apalagi yg akan terjadi kalo besok2 di bus damri,diangkot,dibecak,dipesawat,dikereta api aq duduk bersebelahan dgn wanita"......wkwkwkwkw
-
30 Juni 2016
mana kelanjutan cerpen nih,,,
-
1 Juli 2016
MERLI705 tulis:
mana kelanjutan cerpen nih,,,
Hehehehe, lagi ga mood nulis cerpen, lagi sibuk nulis artikel bisnis..... Nulis cerpen ga ada duitnya sihhh....heheheheh
-
1 Juli 2016
artikel bisnis pun jadilah dmna bisa dibaca?
GUSTI970 tulis:
Hehehehe, lagi ga mood nulis cerpen, lagi sibuk nulis artikel bisnis..... Nulis cerpen ga ada duitnya sihhh....heheheheh
-
1 Juli 2016
ini aja, ahahhahah
-
1 Juli 2016
ok