Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Perceraian dan pernikahan kembali

ForumPersahabatan dan hubungan

76 – 100 dari 190    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 3  4  5 ... 8  Selanjutnya Topik ditutup

  • CIEDIE549

    20 Oktober 2017

    wuiddiiiihh teman-teman disini membuat salut buat komentarnya yg puanjanggggggg dan penuh penafsiran Alkitab.

    yg perlu dicermati dalam memahami ALkitab adalah perlu juga dilihat konteks dan kontennya. Apa yg melatarbelakangi setiap ayat ditulis, jaman, situasi kondisi masyarakat saat itu.

    Perceraian ada beberapa arti;

    Perceraian Allah dan manusia, terputusnya hubungan Allah dan manusia akibat dosa. Tetepai Allah telah mempersatukannya melalui pengorbanan Yesus Kristus. Perceraian akibat dosa tidak saja  memutuskan hubungan Allah dan manusia tetapi juga memutuskan hubungan manusia dengan manusia.

    Perceraian manusia dengan dosa; komitmen manusia untuk hidup dalam pertobatan dan berusaha menjauh dari tindakan dosa.

    Perceraian karena hubungan suami istri dalam suatu ikatan pernikahan yg kudus.

  • VIRUSKASIH805

    20 Oktober 2017

    EFRON969 tulis:

    ...

    Hal hal yg paling krusial dan lagi trending saat ini kita bisa lihat aja yang paling atas

    - suami tidak mampu menafkahi keluarga...jd kalau mau nikah dipikir dulu mampu gak jangan asal katakan cinta tapi kedepannya keluarga melarat dan menderita

    - banyak kasus sang istri jadi tempat latihan tinju atau latihan karate... bijaklah memilih suami sebelum berkomitmen menikah

    - kebanyakan sang istri diganti nama jadi kebun binatang dan dibentak ... kasian kan cantik cantik kok dinamakan seperti binatang

    - perselingkuhan bawa laki laki atau bawa wanita tidur bareng dirumah... wong udah ada pasangan resmi kok nyari cadangan serep..

    - istri dijadikan kepala keluarga... nah lebih parah lagi kan udah ganti status jadi pria kw..

    Nah hal hal itu yang kerap terjadi dalam rumah tangga... sehingga semakin lama hal hal itu tidak tertahankan ...namanya manusia tahan sampai kapan sih kalau digebukin terus atau dijadikan sapi perah atau jadi penonton meihat pasangannya make serep pasangan lain...

    Ya tinggal "bercerai" saja, DENGAN SYARAT :

    Korintus 7:11 LAI-TB :

    Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.


    Dan jika salah satunya terlebih dulu dipanggil Tuhan, tentu tidak ada halangan untuk menikah kembali.

    20 Oktober 2017 diubah oleh VIRUSKASIH805

  • VIRUSKASIH805

    20 Oktober 2017

    FAJAR882 tulis:

    ...
    • Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)

    Jika yang dirujuk adalah Mal 2:16,

    2:16 LAI TB, Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat

    Translit interlinear, KI {sebab} -SANE {Dia membenci} SHALAKH {dia yang mengenyahkan/ dia yg menyuruh pergi (dia/ orang yang menceraikan)} 'AMAR {firman} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) 'ELOHEY {Allah dari} YISRA'EL {Israel} VEKHISAH {dan orang yang menutupi} KHAMAS {kekerasan} 'AL-LEVUSHO {dengan pakaiannya} 'AMAR {firman} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) TSEVA'OT {semesta alam} VENISH'MAR'TEM {maka kalian jagalah} BERUKHAKHEM {di dalam rohmu} VELO {dan jangan} TIV'GODU {kalian menjadi tidak setia, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Pl. }

    Berdasarkan naskah asli Mal 2:16, Allah membenci ORANG yang menceraikan.


    • Pernikahan melibatkan dua manusia yang (masih) berdosa, sehingga perceraian bisa terjadi.

    Entah mengapa saya lebih afdol menggunakan term manusia yang (masih) bisa jatuh ke dalam dosa tetapi pada dasarnya saya sepakat bahwa dalam pernikahan Kristen yang paling ideal sekalipun, kemungkinan perceraian bisa saja terjadi.


    • Ada hal-hal tertentu yang disebut (dan dalam suatu kondisi bisa menjadi) “klausul pengecualian”.

    Sangat debatable jika ditinjau menggunakan apa yang tertulis di Alkitab.

    Tetapi jika itu adalah suatu doktrin gereja maka I have nohing to say. Setiap gereja (baik Katolik dan Protestan) pastilah memiliki doktrinnya masing-masing.


    • Pengampunan dan rekonsiliasi seharusnya menjadi tanda-tanda kehidupan orang percaya.

    Yes. Jika ini sungguh-sungguh diimani dan dipraktekkan, niscaya perceraian akan dapat direduksi sampai mencapai titik terendahnya.


    • Allah sering kali menggunakan ketidaktaatan orang Kristen untuk mencapai hal-hal yang baik.

    Dalam hal ini sedikit banyaknya saya sepakat.

    Tetapi jika merujuk kepada hal perceraian, saya tidak menemukan contoh yang tepat di Alkitab, apalagi di PB.

    20 Oktober 2017 diubah oleh VIRUSKASIH805

  • EFRON969

    20 Oktober 2017

    Oh..... ternyata status kita sama toh, artinya anda juga sama dgn saya karena berada dalam situs jodoh. Yah taulah kalau masuk kesini pasti  untuk mencari ..... (namanya aja situs jodoh)

    VIRUSKASIH805 tulis:

    Ya tinggal "bercerai" saja, DENGAN SYARAT :

    Korintus 7:11 LAI-TB :

    Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

    Dan jika salah satunya terlebih dulu dipanggil Tuhan, tentu tidak ada halangan untuk menikah kembali.

    20 Oktober 2017 diubah oleh EFRON969

  • TEREHALOHO803

    20 Oktober 2017

    [*]Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)

    Maaf mas fajar, mohon pencerahannya...:)

    Dari kmaren sya jd pmbaca di thread ini...dan sya agk bingung dgn tlisan itu...Tuhan Allah mbnci perceraian bukan orgnya...sdgkan perceraian hnya akn trjadi jika ada orang yg bercerai atau org yg mlakukan perceraian, jd emang bisa trpisah bgtu kah mas??

    Maaf ya, hnya brtanya bukan mau mnyudutkan suatu pihak...saya hnya sdng blajar.

    Misalkn Tuhan mbnci pmbunuhan apkah tdak mbnci si pelaku?? Sya hnya memisalkan suatu konteks bukan mau mnyamakan perceraian dgan pmbunuhan tpi hnya mnanyakan ttg arti kalimat itu... :)

  • VIRUSKASIH805

    20 Oktober 2017

    TEREHALOHO803 tulis:

    [*]Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)

    Maaf mas fajar, mohon pencerahannya...:)

    Tafsiran tersebut jika ditilik dari terjemahan naskah aslinya kurang tepat.

    Saya copaskan terjemahan dari naskah aslinya :

    Maleakhi 2:16
    LAI TB, Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat

    KJV, For the LORD, the God of Israel, saith that he hateth putting away: for one covereth violence with his garment, saith the LORD of hosts: therefore take heed to your spirit, that ye deal not treacherously.

    Translit interlinear, KI {sebab} -SANE {Dia membenci} SHALAKH {dia yang mengenyahkan/ dia yg menyuruh pergi (dia/ orang yang menceraikan)} 'AMAR {firman} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) 'ELOHEY {Allah dari} YISRA'EL {Israel} VEKHISAH {dan orang yang menutupi} KHAMAS {kekerasan} 'AL-LEVUSHO {dengan pakaiannya} 'AMAR {firman} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) TSEVA'OT {semesta alam} VENISH'MAR'TEM {maka kalian jagalah} BERUKHAKHEM {di dalam rohmu} VELO {dan jangan} TIV'GODU {kalian menjadi tidak setia, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Pl }  

    Bahasa Ibrani untuk "perceraian" adalah: שָׁלַח - SHALAKH, secara harfiah berarti "dia menyuruh pergi" (bandingkan : Ulangan 22:19); "membebaskan" atau "membiarkan pergi" (Matius 1:19), "menghalau; mengusir" (Imamat 22:13), dan "memutuskan" (Ulangan 24:1, 3);

    20 Oktober 2017 diubah oleh VIRUSKASIH805

  • FAJAR882

    20 Oktober 2017

    Waah.. makin ramai aja. Sebelumnya maaf, sodara-sodari, saya masih ada (tugas) latihan gamelan ini, mungkin nanti sampai malam. Sementara saya jawab singkat dulu, nanti cari waktu lebih free untuk jawaban panjang. (*kecuali jika yg ini sudah cukup menjawab sih.)

    Yang pertama: di sinilah gak enaknya kalau mengutip (komen atau apapun) hanya sepotong-sepotong, atau tidak semua. Perlu saya garisbawahi bahwa komen saya kemarin sudah dengan terlebih dahulu saya berikan keterangan di awal, di sini membahas "Perceraian dan pernikahan kembali" dalam konteks dalam kalangan umat kristiani ya, kalau di luar itu, saya tidak ada komentar.

    Mohon di-cek lagi, atau boleh saya kutipkan lagi komen saya yg kemarin, (yg sebenarnya mengomentari postingan dari Sdr. Frangky134), sebagai berikut:

    FAJAR882 tulis:

    Mengenai topik pada thread ini, yaitu tentang "Perceraian dan pernikahan kembali" (di kalangan umat kristiani), kalau menurut sepemahaman saya, saya rasa sudah diuraikan dan disampaikan dengan jelas, lengkap dan gamblang oleh Bro FRANGKY134, di halaman sebelum ini, seperti (saya kutip) di bawah ini:

    Beberapa poin penting yang perlu digaris-bawahi, saya rangkum dan tuliskan kembali, berikut ini:

    • Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)
      Pernikahan melibatkan dua manusia yang (masih) berdosa, sehingga perceraian bisa terjadi.
    • Ada hal-hal tertentu yang disebut (dan dalam suatu kondisi bisa menjadi) “klausul pengecualian”.
    • Pengampunan dan rekonsiliasi seharusnya menjadi tanda-tanda kehidupan orang percaya.
    • Allah sering kali menggunakan ketidaktaatan orang Kristen untuk mencapai hal-hal yang baik.

    (*poin/kalimat terakhir itu sering saya jumpai atau saksikan sendiri, baik yang terjadi dalam kehidupan saya pribadi, maupun orang-orang di sekitar saya.)

    @Bro FRANGKY134: terima kasih sudah meluangkan waktu dan menyempatkan diri membuat (dan mem-posting) tulisan yang sangat baik; yang cukup menjawab, menjelaskan, dan memberi pencerahan untuk kami. Tuhan Yesus memberkati.

    Sekali lagi, di sini saya berbicara dalam konteks "umat kristiani" (boleh disebut 'orang percaya' deh..). Nah. kalau di luar itu, saya tidak ada komentar.

    TEREHALOHO803 tulis:

    [*]Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)

    Maaf mas fajar, mohon pencerahannya...:)

    Dari kmaren sya jd pmbaca di thread ini...dan sya agk bingung dgn tlisan itu...Tuhan Allah mbnci perceraian bukan orgnya...sdgkan perceraian hnya akn trjadi jika ada orang yg bercerai atau org yg mlakukan perceraian, jd emang bisa trpisah bgtu kah mas??

    Maaf ya, hnya brtanya bukan mau mnyudutkan suatu pihak...saya hnya sdng blajar.

    Misalkn Tuhan mbnci pmbunuhan apkah tdak mbnci si pelaku?? Sya hnya memisalkan suatu konteks bukan mau mnyamakan perceraian dgan pmbunuhan tpi hnya mnanyakan ttg arti kalimat itu... :)

    @Terehaloho: Gampangnya spt hubungan kita dengan ortu deh. Ya, seperti misalnya (hanya sbg contoh yaa..) kamu berbuat nakal; misalnya nyontek, berbohong, atau nyuri.. (cuma contoh yaa.. Aku yakin kamu gak gitu.) Nah, Papa kamu (yg pastinya benci dengan perbuatan itu) suatu kali mergokin kami berbuat itu, bukan lantas Papa kamu lantas membenci kamu 'kan? (*marah mungkin iya, tapi itu juga karena kasih..). Pastinya papa-mama kamu tetap mengasihi kamu walaupun suatu saat kamu kedapatan nakal.

    Intinya: bukan orangnya yang dibenci, melainkan perbuatannya.

    Aduh, sori nih, saya gak bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa Tuhan pun akan membenci umat-Nya yang telah mengalami perceraian. Saya percaya (dan sangat yakin) bahwa Tuhan masih (dan akan selalu) mengasihi umat-Nya tsb., walaupun umat-Nya kadang (dan bisa berkali-kali) jatuh ke dalam dosa atau ketidak-taatan.

    Sementara segini aja dulu. :-)

  • FAJAR882

    20 Oktober 2017

    VIRUSKASIH805 tulis:

    Jika yang dirujuk adalah Mal 2:16,

    ....

    Dalam hal ini sedikit banyaknya saya sepakat.

    Tetapi jika merujuk kepada hal perceraian, saya tidak menemukan contoh yang tepat di Alkitab, apalagi di PB.

    @Bro Viruskasih805:

    (Sementara) jawaban saya ada di dalam hal-hal berikut Bro:

    • Azas Theologia Anugerah (keselamatan adalah murni anugerah Allah, berikut implikasi-implikasi yang menyertainya).
    • Filsafat Eksitensialisme vs. Normatifisme
    • Perihal dosa: konsep/pengertian 'hamartia' vs. 'ephileima'
    • Latar belakang dan konteks PL (scr. khusus Maleakhi) vs. PB (pengertian zaman anugerah).

    Yang lainnya (kalau ada, atau muncul kemudian) bisa ditambahkan lagi nanti.

    Sementara itu dulu, pun saya bukan theolog, tapi kalau untuk diskusi: oke. Mungkin bisa dilanjut nanti atau lain kali.

    Terima kasih.

    21 Oktober 2017 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • TEREHALOHO803

    20 Oktober 2017

    Trima kasih untuk pnjelasanya :)

  • TRISH197

    20 Oktober 2017

    Mas Fajar nuhun.

    20 Oktober 2017 diubah oleh TRISH197

  • VIRUSKASIH805

    20 Oktober 2017

    FAJAR882 tulis:

    @Bro Viruskasih805:

    (Sementara) jawaban saya ada di dalam hal-hal berikut Bro:

    • Azas Theologia Anugerah (keselamatan adalah murni anugerah Allah, berikut implikasi-implikasi yang menyertainya).
    • Filsafat Eksitensialisme vs. Normatifisme
    • Perihal dosa: konsep/pengertian 'hamartia' vs. 'ephileima'
    • Latar belakang dan konteks PL (scr. khusus Maleakhi) vs. PB (pengertian zaman anugerah).

    Yang lainnya (kalau ada, atau muncul kemudian) bisa ditambahkan lagi nanti.

    Sementara itu dulu, pun saya bukan theolog, tapi kalau untuk diskusi: oke. Mungkin bisa dilanjut nanti atau lain kali.

    Terima kasih.

    Saya tunggu kabar baik dari Anda.

    Tadinya saya hendak langsung me-reply postingan  #FRANGKY134 karena itu jugalah yang Anda reply tapi saya perhatikan sepertinya setelah postingan tersebut, dia tidak aktif lagi di trit ini.

    Baiklah saya akan monitoring sejenak, kalau-kalau ada respon dari #FRANKY134.

    20 Oktober 2017 diubah oleh VIRUSKASIH805

  • 21 Oktober 2017

    zinah yg kalian maksud secara fisk aja kyknya, tapi kalau Yesus berkata ttg zinah bukan secara fisik aja, melirik dan ingin menginnginkan/mendapatkan nya dalam hati pun sudah zinah, saya mau tanya ke kalian  zinah secara hati, bgmn suami / istri bisa tau berzinah dalam hati ya? dan perceraian itu cuma zinah scr fisik atao bs zinah dalam hati?

  • FRANGKY134

    22 Oktober 2017

    FAJAR882 tulis:

    Mengenai topik pada thread ini, yaitu tentang "Perceraian dan pernikahan kembali" (di kalangan umat kristiani), kalau menurut sepemahaman saya, saya rasa sudah diuraikan dan disampaikan dengan jelas, lengkap dan gamblang oleh Bro FRANGKY134, di halaman sebelum ini, seperti (saya kutip) di bawah ini:

    Beberapa poin penting yang perlu digaris-bawahi, saya rangkum dan tuliskan kembali, berikut ini:

    • Allah membenci perceraian, bukan orangnya (bukan orang yang bercerai)
    • Pernikahan melibatkan dua manusia yang (masih) berdosa, sehingga perceraian bisa terjadi.
    • Ada hal-hal tertentu yang disebut (dan dalam suatu kondisi bisa menjadi) “klausul pengecualian”.
    • Pengampunan dan rekonsiliasi seharusnya menjadi tanda-tanda kehidupan orang percaya.
    • Allah sering kali menggunakan ketidaktaatan orang Kristen untuk mencapai hal-hal yang baik.

    (*poin/kalimat terakhir itu sering saya jumpai atau saksikan sendiri, baik yang terjadi dalam kehidupan saya pribadi, maupun orang-orang di sekitar saya.)

    @Bro FRANGKY134: terima kasih sudah meluangkan waktu dan menyempatkan diri membuat (dan mem-posting) tulisan yang sangat baik; yang cukup menjawab, menjelaskan, dan memberi pencerahan untuk kami. Tuhan Yesus memberkati.

    Iya, sama-sama bro, Tuhan Yesus memberkatimu jg. Syaloom..

  • 22 Oktober 2017

    Perceraian dan pernikahan kembali..

    Perceraian.. Nikah aja belum

    Pernikahan kembali.. Sekali saja pun belum nikah ta ada kata kesempatan kedua tuk menikah lagi saya kira ya begitu

  • FRANGKY134

    22 Oktober 2017

    VIRUSKASIH805 tulis:

    Saya tunggu kabar baik dari Anda.

    Tadinya saya hendak langsung me-reply postingan  #FRANGKY134 karena itu jugalah yang Anda reply tapi saya perhatikan sepertinya setelah postingan tersebut, dia tidak aktif lagi di trit ini.

    Baiklah saya akan monitoring sejenak, kalau-kalau ada respon dari #FRANKY134.

    Ada yang bisa di bantu bro ???

  • IMELDAULI969

    24 Oktober 2017

    Masih lanjut ya....

    Padahal firman Tuha  itu ya dan amin...

    Tapi penafsiran nya bisa beda...ada yg sesuai kondisi sebagai pembelaan diri ada juga yg ajeg sesuai firman Tuhan....ulangan 12:32....

    gbaringkasanpl.files.wordpress ... _8085.jpg?w=685

    24 Oktober 2017 diubah oleh IMELDAULI969

  • SINGLEMOM730

    24 Oktober 2017

    Hahaha panjang2 banget komentarnya, saya sedang menjalani proses perceraian secara hukum, setiap orang pasti ingin jalannya lurus2 aja tidak pernah terbayangkan untuk berada di meja hijau apa lagi menangani kasus perceraian, tapi takdir berkata lain. Buat apa mempertahankan rumah tangga yang ngga bahagia,  kalau hanya bertahan untuk anak saya rasa anak juga gk akan bahagia jika melihat kedua orang tuanya terus2an ribut karena sudah tidak ada kerukunan, apa lagi jika sudah terjadi kekerasan dalam berumah tangga apa harus di pertahankan? Nanti anak juga bisa mengerti kenapa ini semua terjadi. So, plis jangan pernah menghakimi setiap orang yang bercerai dengan presepsi kl perceraian itu salah dan tidak di kehendaki tuhan, sungguh kami juga tidak ingin mengalami kegagalan apa lagi dalam berumah tangga.

  • IMELDAULI969

    24 Oktober 2017

    miris...

  • FRANGKY134

    26 Oktober 2017

    IMELDAULI969 tulis:

    Masih lanjut ya....

    Padahal firman Tuha  itu ya dan amin...

    Tapi penafsiran nya bisa beda...ada yg sesuai kondisi sebagai pembelaan diri ada juga yg ajeg sesuai firman Tuhan....ulangan 12:32....

    gbaringkasanpl.files.wordpress ... _8085.jpg?w=685

    Ya..tu mnrut anda sbg pmbelaan diri. Tp mmng nyata & bkn pmbelaan, GBU

  • FRANGKY134

    26 Oktober 2017

    SINGLEMOM730 tulis:

    Hahaha panjang2 banget komentarnya, saya sedang menjalani proses perceraian secara hukum, setiap orang pasti ingin jalannya lurus2 aja tidak pernah terbayangkan untuk berada di meja hijau apa lagi menangani kasus perceraian, tapi takdir berkata lain. Buat apa mempertahankan rumah tangga yang ngga bahagia,  kalau hanya bertahan untuk anak saya rasa anak juga gk akan bahagia jika melihat kedua orang tuanya terus2an ribut karena sudah tidak ada kerukunan, apa lagi jika sudah terjadi kekerasan dalam berumah tangga apa harus di pertahankan? Nanti anak juga bisa mengerti kenapa ini semua terjadi. So, plis jangan pernah menghakimi setiap orang yang bercerai dengan presepsi kl perceraian itu salah dan tidak di kehendaki tuhan, sungguh kami juga tidak ingin mengalami kegagalan apa lagi dalam berumah tangga.

    Bnar tuh katamu & tu bkn pmbelaan diri tp kenyataan yg kita alami & rasakn. Bkn opini yg dikluarkn dr yg blm prnh alami.

  • RYAN865

    26 Oktober 2017

    Saya belum menikah dan belum pernah menikah. Dan tentunya tidak ada orang menikah dengan tujuan bercerai. Orang yang akhirnya bercerai menurut saya bukan karna tidak takut Tuhan, bukan karna tidak takut dosa, bukan karena menganggap remeh pernikahan, bukan. Tapi seperti beberapa komentar dari yang pernah dan sudah mengalami perceraian, akan terasa sulit mempertahankan pernikahan ketika tidak ada lagi kedamaian di dalamnya?  Bukankah salah satu tujuan pernikahan itu untuk bisa bersama-sama memuliakan Tuhan?  Tapi ketika sudah ada perselingkuhan,  kekerasan fisik dan batin yang mgkin tidak hanya membahayakan nyawa si istri tapi juga anak, apa masih bisa bertahan hidup dengan keadaan seperti itu?

  • SINGLEMOM730

    27 Oktober 2017

    RYAN865 tulis:

    Saya belum menikah dan belum pernah menikah. Dan tentunya tidak ada orang menikah dengan tujuan bercerai. Orang yang akhirnya bercerai menurut saya bukan karna tidak takut Tuhan, bukan karna tidak takut dosa, bukan karena menganggap remeh pernikahan, bukan. Tapi seperti beberapa komentar dari yang pernah dan sudah mengalami perceraian, akan terasa sulit mempertahankan pernikahan ketika tidak ada lagi kedamaian di dalamnya?  Bukankah salah satu tujuan pernikahan itu untuk bisa bersama-sama memuliakan Tuhan?  Tapi ketika sudah ada perselingkuhan,  kekerasan fisik dan batin yang mgkin tidak hanya membahayakan nyawa si istri tapi juga anak, apa masih bisa bertahan hidup dengan keadaan seperti itu?

    Yaa kurang lebih seperti itu..

  • ELERES063

    27 Oktober 2017

    Kata pendeta saya, ketika ada seorang istri / suami konseling akan diceraikan / menceraikan pasangannya maka pendeta saya itu akan bilang jangan bercerai, tdk perduli apapun alasannya. Krn di alkitab ditulis jangan bercerai.

  • SINGLEMOM730

    27 Oktober 2017

    ELERES063 tulis:

    Kata pendeta saya, ketika ada seorang istri / suami konseling akan diceraikan / menceraikan pasangannya maka pendeta saya itu akan bilang jangan bercerai, tdk perduli apapun alasannya. Krn di alkitab ditulis jangan bercerai.

    Seandainya seperti itu, apapun keadaannya, trs terjadi kekerasan di dalam rumah tangga tersebut, bhkn sii suami nyaris ingin membunuh sang istri, dan tetap tidak di perbolehkan bercerai dengan pendeta, ok lah pasangan tsb tdk bercerai krn tdk di perbolehkan. Apakah sii pendeta bisa menjamin keselamatan sang istri?  Kalo kasusnya seperti itu gimana? And kalo seandainya blm bercerai tetapi sii lelaki atau istri sudah menikah lagi dengan yg lain tapi dengan yg berbeda misalnya saja dengan saudara yg muslim bahkan sampai memiliki anak, apakah salah 1 pihak harus tetap mempertahankan hubungan tersebut? Mohon penjelasannya. ????

  • ELERES063

    27 Oktober 2017

    SINGLEMOM730 tulis:

    Seandainya seperti itu, apapun keadaannya, trs terjadi kekerasan di dalam rumah tangga tersebut, bhkn sii suami nyaris ingin membunuh sang istri, dan tetap tidak di perbolehkan bercerai dengan pendeta, ok lah pasangan tsb tdk bercerai krn tdk di perbolehkan. Apakah sii pendeta bisa menjamin keselamatan sang istri?  Kalo kasusnya seperti itu gimana? And kalo seandainya blm bercerai tetapi sii lelaki atau istri sudah menikah lagi dengan yg lain tapi dengan yg berbeda misalnya saja dengan saudara yg muslim bahkan sampai memiliki anak, apakah salah 1 pihak harus tetap mempertahankan hubungan tersebut? Mohon penjelasannya. ????

    saya jg pernah bilang gt sm pendeta sy, pendeta sy bilang, klo gt qmu lebih menghargai syp? Tuhan Yesus atw dirimu sendiri? kita sudah ditebus lunas oleh kematian Tuhan Yesus Kristus, sbg tebusan berarti kita ini skrg punya Tuhan dan kita harus ikut maunya Tuhan bukan maunya kita. Pdt itu bhkn bilang jika smpai istri sy selingkuh sy akan sangat marah dan sakit hati tp tdk akan menceraikan nya krn sy lebih memilih patuh pd Tuhan sy drpd kedagingan sy yg ingin menceraikan bhkn membunuh istri sy yg sudah mengkhianati sy.. (Itu kata pdt nya ya)

76 – 100 dari 190    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 3  4  5 ... 8  Selanjutnya Topik ditutup