Apa Pilihanmu: Berharap dan Berusaha
Forum • Persahabatan dan hubungan
-
10 November 2017
Apakah anda menyerahkan segala hal yang berhubungan jodoh kepada Tuhan, tanpa usaha yang lebih berarti ? atau tetap berharap kepada Tuhan, tapi anda berusaha lebih keras atau berjuang lebih keras untuk hal yang berhub dengan jodoh
Maksud tanpa lebih berarti ya usaha sekenanya aja, misal daftar jk, lalu lihat sana sini, lalu ajak chat sekenanya, menjawab chat yang masuk sekenanya, sapa tahu ada pria / wanita, yang cocok
Klo di dunia nyata, ya sapa tahu dalam perjalanan hidup bisa ketemu pria / wanita yang tepat, entah di umur brp, jika ga ketemu di dunia maya atau dunia nyata, ga nikah seumur hidup jg gpp
atau sebaliknya tetap berharap kepada Tuhan, tapi juga berusaha lebih keras, berjuang lebih keras, ada target umur disitu10 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
10 November 2017
Ada pepatah Ora et Labora berdoa sambil bekerja dan itu juga berlaku dalam pencarian jodoh pasangan hidup. Tapi tetap diserahkan kepada Tuhan biar lah menjadi kehendakNya saja yang terjadi bukan kehendak kita. Jadi intinya bukan memaksa Tuhan. Dan tidak memaksakan diri sendiri juga.
So sembari mencari pasangan hidup, mari isi kehidupan diri sendiri dengan berbagai aktifitas positif lainnya yang bermanfaat. Siapa tau dari situ mendapatkan jodoh yang terbaik.
Sekian dan selamat mendapatkan jodoh terbaiknya masing-masing.
10 November 2017 diubah oleh SAURIA580
-
10 November 2017
Jika disimpulkan jika akhirnya tidak menikahpun tidak masalah? Jika dipilihan, maka masuk di pilihan pertama?
SAURIA580 tulis:
Ada pepatah Ora et Labora berdoa sambil bekerja dan itu juga berlaku dalam pencarian jodoh pasangan hidup. Tapi tetap diserahkan kepada Tuhan biar lah menjadi kehendakNya saja yang terjadi bukan kehendak kita. Jadi intinya bukan memaksa Tuhan. Dan tidak memaksakan diri sendiri juga.
So sembari mencari pasangan hidup, mari isi kehidupan diri sendiri dengan berbagai aktifitas positif lainnya yang bermanfaat. Siapa tau dari situ mendapatkan jodoh yang terbaik.
Sekian dan selamat mendapatkan jodoh terbaiknya masing-masing.
10 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
10 November 2017
Pilihan dan keiginan untuk menikah untuk saat ini tetap ada, tapi kalau pun tidak menikah nantinya biar lah diberi kekuatan dan kebahagiaan untuk menjalankannya.
YUDISAJA095 tulis:
Jika disimpulkan jika akhirnya tidak menikahpun tidak masalah? Jika dipilihan, maka masuk di pilihan pertama?
-
10 November 2017
Jika berdasarkan dari pengalaman, biasanya wanita kristen di umur 30an, mempunyai pemikiran seperti itu, jika wanita diumur 20an, biasanya mereka punya target, ada usaha lebih keras utk menikah, mungkin ada kekuatiran tentang umur, pandangan orang dan sebagainya
SAURIA580 tulis:
Pilihan dan keiginan untuk menikah untuk saat ini tetap ada, tapi kalau pun tidak menikah nantinya biar lah diberi kekuatan dan kebahagiaan untuk menjalankannya.
-
10 November 2017
Dan tambahan lagi cepat ada yg dikejar, lambat ada yang ditunggu.
Yah mirip2 seperti waktu dulu ngambil jurusan saat kuliah dan masuk kerja di suatu perusahaan tertentu.
YUDISAJA095 tulis:
Jika berdasarkan dari pengalaman, biasanya wanita kristen di umur 30an, mempunyai pemikiran seperti itu, jika wanita diumur 20an, biasanya mereka punya target, ada usaha lebih keras utk menikah, mungkin ada kekuatiran tentang umur, pandangan orang dan sebagainya
-
10 November 2017
Kayaknya saya yg ini. Ikut JK-pun tidak ada chat sana sini, apalagi kirim surat. Di JK cuma nulis komentar saja. Sesekali2 masih liat2 profil anggota JK yg unik atau yg sudah terlanjur terklik karena jari jempol semua. Jalani saja, ketemu jodoh ya ketemu. Tidak juga tidak apa-apa.
YUDISAJA095 tulis:
Klo di dunia nyata, ya sapa tahu dalam perjalanan hidup bisa ketemu pria / wanita yang tepat, entah di umur brp, jika ga ketemu di dunia maya atau dunia nyata, ga nikah seumur hidup jg gpp
-
10 November 2017
saya yang pilihan kedua saja / yang B plus iman atau diimani sambil proses pencariannya.
-
11 November 2017
Awalnya sih pasti yo sangat keras dlm berusaha,tp ketika mentok,dan mentok lg,dan mentok lg,,mentok lg..wah itu sangat menyakitken,dan betul2 melunturken drpd semangat jiwa.ujung2e yowislah..pasrah wae.wis ga peduli umur,mau dikasih kapan juga monggo Gusti wae lah
-
11 November 2017
YUDISAJA095 tulis:
Jika disimpulkan jika akhirnya tidak menikahpun tidak masalah? Jika dipilihan, maka masuk di pilihan pertama?
Bro, kalau kita sudah pasrah dan menggantungkan takdir hidup kita hanya kepada Tuhan, apapun hasilnya ga jadi masalah Bro. Tetap bersyukur, bersyukur dan selalu bersyukur...Rancangan-Nya bukan rancangan kita dan kita harus tetap percaya dalam keadaan apapun selamanya bahwa DIA selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita (Fokus hanya kepada keyakinannya saja, bukan pada parameter berdasarkan ukuran kita manusia).
Pemikiran saya ini sering bertolak belakang dengan mereka2 yang suka memakai parameter ukuran2 dunia. Memang ajaran dari "Atas" susah untuk bisa diselaraskan/dikompromikan dengan ajaran dunia, memang susah untuk menghilangkan penyakit "Gagal Fokus", perlu kekuatan lebih yang berasal dari atas untuk bisa memampukan hal itu.
Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
-
12 November 2017
Pasrah tapi cenderung pasif dan pasrah tapi cenderung aktif adalah 2 hal yang berbeda, bukan tentang menggantung takdir hidup, misal anda mencari kerja, disitu ada yang namanya bergantung pada rancanganNya dan tetap bersyukur, tapi bukan berarti saat mau mencari bekerja cenderung pasif, misal ya saya santai saja, siapa tahu ada yang nawarin, ya saya sudah memasukkan lamaran tapi hanya perusahaan ini dan itu aja, ya yang penting udah usaha atau gerak
Contoh pasrah tapi aktif, benar-benar mencari kerja mempersiapkan diri dengan aktif, misal dia banyak memasukkan lamaran kerja di berbagai perusahaan, memasukkan lamaran tidak cenderung menunggu ada yang menawarkan, tapi mau lebih aktif mencari, disitu ada usaha yang jauh lebih berarti dari sekedar agar dianggap ada usaha dan pasrah.RONNY542 tulis:
Bro, kalau kita sudah pasrah dan menggantungkan takdir hidup kita hanya kepada Tuhan, apapun hasilnya ga jadi masalah Bro. Tetap bersyukur, bersyukur dan selalu bersyukur...Rancangan-Nya bukan rancangan kita dan kita harus tetap percaya dalam keadaan apapun selamanya bahwa DIA selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita (Fokus hanya kepada keyakinannya saja, bukan pada parameter berdasarkan ukuran kita manusia).
Pemikiran saya ini sering bertolak belakang dengan mereka2 yang suka memakai parameter ukuran2 dunia. Memang ajaran dari "Atas" susah untuk bisa diselaraskan/dikompromikan dengan ajaran dunia, memang susah untuk menghilangkan penyakit "Gagal Fokus", perlu kekuatan lebih yang berasal dari atas untuk bisa memampukan hal itu.
Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
12 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
12 November 2017
CHRISTIAN983 tulis:
Awalnya sih pasti yo sangat keras dlm berusaha,tp ketika mentok,dan mentok lg,dan mentok lg,,mentok lg..wah itu sangat menyakitken,dan betul2 melunturken drpd semangat jiwa.ujung2e yowislah..pasrah wae.wis ga peduli umur,mau dikasih kapan juga monggo Gusti wae lah
Bersyukur waelah.. wis pakuat kuatan aja.. Tuhan tahu batasan kekuatan kita. Keep cepirit bro. Gusti Jesus mboten sare.
-
12 November 2017
Hn....Tuhan tuh tdk pernah memaksakan sesuatu kpd manusia, termasuk dalam hal jodoh. Tuhan tetap ingin kita tetap mencari pendamping hidup (bahasa halusnya berusaha), tapi tidak perlu ngotot. Dalam proses pencarian, Tuhan akan mengizinkan kita bertemu dengan karakter2 unik. Dan ketika hati sudah bergetar, saat itulah mestinya kita lebih banyak "konseling" dengan Tuhan. Tuhan tetap ingin agar kita2 melibatkanNya dalam proses pencarian pasangan hidup (ini yg dikatakan pasrah). Klo Tuhan bilang tidak, tak usah dipaksakan, klo bilang iya, hati pasti bisa merasakan.
Usia boleh bertambah, tetapi Iman juga mesti bertambah kan? Pasrah akan segala sesuatu, tetapi tetap berusaha dalam segala sesuatu. Semoga semuanya bisa mendatangkan berkat.
-
12 November 2017
YUDISAJA095 tulis:
Pasrah tapi cenderung pasif dan pasrah tapi cenderung aktif adalah 2 hal yang berbeda, bukan tentang menggantung takdir hidup, misal anda mencari kerja, disitu ada yang namanya bergantung pada rancanganNya dan tetap bersyukur, tapi bukan berarti saat mau mencari bekerja cenderung pasif, misal ya saya santai saja, siapa tahu ada yang nawarin, ya saya sudah memasukkan lamaran tapi hanya perusahaan ini dan itu aja, ya yang penting udah usaha atau gerak
Contoh pasrah tapi aktif, benar-benar mencari kerja mempersiapkan diri dengan aktif, misal dia banyak memasukkan lamaran kerja di berbagai perusahaan, memasukkan lamaran tidak cenderung menunggu ada yang menawarkan, tapi mau lebih aktif mencari, disitu ada usaha yang jauh lebih berarti dari sekedar agar dianggap ada usaha dan pasrah.Bro, saya mempunyai prinsip yang menurut penilaian orang lain agak aneh (termasuk oleh saudara2 saya). Banyak orang berpendapat bahwa ora et labora itu bekerja sambil berdoa. Kalau saya mengimani dan mengartikan hal itu : Aktifitas yang mengikuti doa (hasil dari doa). Saya kurang sreg pake istilah bekerja (karena kliatan seperti terbebani, kurang ketulusan).
Jadi saya ga terlalu ngoyo dalam melakukan segala sesuatu, saya berusaha dalam melakukan segala aktifitas saya memohon selalu dibimbing dan dituntun oleh-Nya dan saya selalu minta kepada-Nya agar saya dapat dimampukan oleh-Nya untuk melakukannya dengan tulus dan tidak terbebani sehingga apapun hasilnya saya selalu nothing to lose dan selalu bersyukur dan tetap percaya kepada-Nya bahwa dalam keadaan apapun DIA tetap Maha baik, Maha Bijak bagiku, dan senantiasa merancang yang terbaik untukku karena DIA Maha Kasih.
Salam Damai...
Tuhan memberkati...
-
12 November 2017
@RONNY542
Setiap hari ada renungan bagus2 di topik "Renungan Harian" www.jodohkristen.com/topic/299/
Saking bagusnya, saya selalu tidak sabar menunggu setiap harinya, sehingga saya buka langsung saja dari sumbernya www.renunganharian.net
Di sana pastinya tersimpan dan terarsip dengan baik sehingga tetap bisa dicari sewaktu2.
Berhubungan dgn tulisan anda di atas, renungan hari ini bagus sekali... www.renunganharian.net/2017/97 ... sosok-ayah.html
Silakan dibuka dan dibaca...
-
12 November 2017
Waktu saya berusia 20-an saya tidak berusaha keras atau memaksakan diri dan Tuhan untuk menemukan jodoh saya tp lebih gigih untuk bekerja demi sepabrik berlian #eeeeeehhh...
Dan sampai usia 30-an juga saya tetap enjoy saja. Tidak ada kekhawatiran yg berlebihan.
YUDISAJA095 tulis:
Jika berdasarkan dari pengalaman, biasanya wanita kristen di umur 30an, mempunyai pemikiran seperti itu, jika wanita diumur 20an, biasanya mereka punya target, ada usaha lebih keras utk menikah, mungkin ada kekuatiran tentang umur, pandangan orang dan sebagainya
-
12 November 2017
Ya tiap orang bisa berbeda-beda, karena itu biasanya, bukan suatu bentuk kepastian
SAURIA580 tulis:
Waktu saya berusia 20-an saya tidak berusaha keras atau memaksakan diri dan Tuhan untuk menemukan jodoh saya tp lebih gigih untuk bekerja demi sepabrik berlian #eeeeeehhh...
Dan sampai usia 30-an juga saya tetap enjoy saja. Tidak ada kekhawatiran yg berlebihan.
12 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
12 November 2017
Sebenarnya saya kurang setuju dengan menyimpulkan menjadi ngoyo, mungkin saya tetap gunakan kalimat usaha lebih keras saja, di sini usaha lebih keras bukan berarti pasti tentang hal keluar, di sini bisa juga tentang usaha yang lebih keras dari diri untuk lebih terbuka, misal ada target sebagai bentuk refleksi diri, apakah ada yang salah selama saya pendekatan, dan sebagainya
Jika pasif, misal ada orang berprinsip, ya saya udah seperti itu, kalau ada yang mau ya syukur, kalau gak juga gpp, oke itu no problem utk orang seperti itu, tapi disini pasrah tapi aktif, juga disitu tentang apakah mau usaha lebih keras untuk mengetahui apakah ada yang salah dalam diri dalam merespon perkenalan, apakah saya terlalu terburu-buru sehingga wanita cenderung tidak banyak merespon, dst
Menurut saya bs lebih bgs klo ada perluasan pemaknaan baru yang memunculkan pemikiran-pemikiran yang dapat membangun dari kata aktif itu sendiri, menurut saya juga terlalu aktif hingga memaksakan diri, harus dapat bulan depan, tentu itu jelas tidak tepat, mungkin dengan adanya apa pilihanmu, dapat memunculkan sesuatu yang lebih dapat membangun diri, entah mau pasif ataupun aktif
Misal lagi, di situ kata tidak masalah tidak semata tentang, oh ya apapun hasilnya walaupun tidak menikah tidak masalah, tapi misal realitasnya akhirnya tidak menikah lalu akhirnya jatuh dalam dosa, bagaimana? Manusia bisa ada saat-saat jatuh, seperti Daud pun bisa jatuh padahal Daud mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan
Dengan pasrah tapi aktif, disitu ada usaha lebih keras untuk menghindari hal-hal kemungkinan bisa jatuh ke depan, jadi kata tidak masalah sebagai bentuk sikap itu wajar saja, sayapun pernah mengatakan begitu, tapi bukan berarti pasti ke depan tidak mungkin bisa jatuh kan karena tidak menikahkan?RONNY542 tulis:
Bro, saya mempunyai prinsip yang menurut penilaian orang lain agak aneh (termasuk oleh saudara2 saya). Banyak orang berpendapat bahwa ora et labora itu bekerja sambil berdoa. Kalau saya mengimani dan mengartikan hal itu : Aktifitas yang mengikuti doa (hasil dari doa). Saya kurang sreg pake istilah bekerja (karena kliatan seperti terbebani, kurang ketulusan).
Jadi saya ga terlalu ngoyo dalam melakukan segala sesuatu, saya berusaha dalam melakukan segala aktifitas saya memohon selalu dibimbing dan dituntun oleh-Nya dan saya selalu minta kepada-Nya agar saya dapat dimampukan oleh-Nya untuk melakukannya dengan tulus dan tidak terbebani sehingga apapun hasilnya saya selalu nothing to lose dan selalu bersyukur dan tetap percaya kepada-Nya bahwa dalam keadaan apapun DIA tetap Maha baik, Maha Bijak bagiku, dan senantiasa merancang yang terbaik untukku karena DIA Maha Kasih.
Salam Damai...
Tuhan memberkati...
12 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
12 November 2017
Rasanya udah bejek pedal gas sampe pol... tapi persnelling netral...
itu aktif, pasif, atau apa namanya bro??
-
12 November 2017
Bahasanya rumit, sulit saya pahami. Mungkin krn sudah tua ya..
-
12 November 2017
Aktif tapi mungkin ada mindset yang perlu diubah
Solusinya mungkin bisa turun dari mobil, ganti mobil bro, kadang mungkin kita tidak tahu terlalu realistis atau terlalu idealis, dengan berganti kendaraan, mungkin bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda
Ada pesan menikah dari seorang filsuf
“Menikahlah! Jika isrimu baik, kamu akan bahagia. Jika istrimu jahat, kamu akan menjadi filsuf sepertiku.” -- SokratesMUWARDY036 tulis:
Rasanya udah bejek pedal gas sampe pol... tapi persnelling netral...
itu aktif, pasif, atau apa namanya bro??
12 November 2017 diubah oleh YUDISAJA095
-
12 November 2017
hahaha... ok bro... thanks... kita "ganti" akhir bulan ini :)
-
12 November 2017
Saya sih sudah engga berusaha lagi, krn peminatku tdk ada. Ada juga 1 org, tetapi tdk seiman.
12 November 2017 diubah oleh ANITA089
-
19 November 2017
MUWARDY036 tulis:
@RONNY542
Setiap hari ada renungan bagus2 di topik "Renungan Harian" www.jodohkristen.com/topic/299/
Saking bagusnya, saya selalu tidak sabar menunggu setiap harinya, sehingga saya buka langsung saja dari sumbernya www.renunganharian.net
Di sana pastinya tersimpan dan terarsip dengan baik sehingga tetap bisa dicari sewaktu2.
Berhubungan dgn tulisan anda di atas, renungan hari ini bagus sekali... www.renunganharian.net/2017/97 ... sosok-ayah.html
Silakan dibuka dan dibaca...
Thx Bro udah kasih linknya dan sudah saya baca. Saya tidak sependapat jika dikatakan Figur Allah Bapa dapat sepenuhnya dilihat dari seorang Ayah, karena saya mencoba memandang dan membandingkanya secara keseluruhan. Dalam memahami Ajaran-Nya pun saya berusaha (tentu minta dibantu juga oleh-Nya) untuk memakai cara/landasan berpikir yang hanya sesuai kehendak-Nya saja (Parameternya dari "Atas" bukan dari dunia). Di dalam renungan itu, dikatakan bahwa bekerja menafkahi anak2nya dikatakan bukan kutuk ? Lalu alasan apa di PL Adam dan Hawa sampai diturunkan ke bumi ? Apa yang dikatakan oleh Allah kepada Adam dan Hawa sebelum diturunkan ke bumi ?
Apapun pilihan kita untuk menanggapi maksud dari renungan itu, dikembalikan lagi ke tiap2 orang, karena itu adalah pilihan sesuai Free Will masing2.
Kalau saya pribadi sih, sekarang hanya mau berusaha untuk menyesuaikan/menyerahkan Free Will saya hanya kepada Kehendak-Nya. Karenanya untuk itu, maka saya harus "Mempersiapkan" diri dahulu sebelum berdoa :
Bapa Kami Yang ada di Surga...Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga...
Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
-
19 November 2017
Seperti juga Filsafat2 yang sering ada di dalam Buku2 Silat S.Kho Ping Ho :
Hakikat Cinta Kasih dari Tuhan adalah Cinta yang tulus kepada semua orang tanpa adanya rasa keterikatan ego. Sumber dari Kekecewaan adalah adanya Keterikatan yang berasal dari Nafsu Ego, sehingga jika "Target" balasannya tidak tercapai sesuai keinginannya, maka timbullah kekecewaan(Jadi tanpa sadar ga tulus dan kliatan egonya ya..hahaha). Kenapa ga bisa ada ketulusan ya sehingga ga menimbulkan kekecewaan...(Nothing to lose, ga bisa stress, ga bisa galau, ga bisa bete, ga bisa mau bunuh diri, dll)
Berbahagialah mereka yang melakukan Cinta Kasih hanya demi Cinta Kasih itu sendiri.
Salam Damai...
Tuhan memberkati...